"GELANG YANG TAK PERNAH PUTUS"
Oleh:SYALOMITA EVANGELIS RONATIO PASARIBU
(Syalom)
(Siswi kelas VI SD St. Fransiskus III Jakarta)
Etta dan Eva bersahabat sejak kecil, sejak kedua kakak laki-laki mereka duduk di kelas dua sekolah dasar. Hari-hari mereka dipenuhi tawa, bermain sepulang sekolah, dan janji-janji polos tentang persahabatan yang tak akan pernah berakhir. Persahabatan itu terus terjalin hingga mereka menginjak kelas enam SD.
Namun beberapa bulan kemudian, kabar yang teka pernah mereka inginkan datang.
Orang tua Etta harus menyelesaikan urusan penting di luar kota, dan itu berarti Etta harus pindah meninggalkan Eva dan semua kenangan masa kecil mereka.
Kesedihan tak dapat disembunyikan. Etta dan Eva merasa sedih, karena harus meninggalkan sahabat kecilnya, tetapi Etta tak memiliki pilihan selain menuruti keputusan orang tuanya.
Beberapa minggu kemudian, di hari perpisahan mereka, Etta menggenggam tangan Eva erat-erat.
“Eva… aku pergi dulu ya. Kamu baik-baik selama di sini. Jangan lupakan aku. Nanti kamu kabarin aku terus, ya,” ucap Etta dengan suara bergetar. Ia lalu menyelipkan sebuah gelang ke tangan Eva. “Ini gelang untuk kamu, biar kamu selalu ingat aku.”
Eva menahan air mata.
“Iya… kamu juga hati-hati di sana. Baik-baik, ya. Jangan lupakan aku juga. Terima kasih gelangnya. Aku janji akan selalu memakainya,” jawabnya sambil tersenyum pilu.
Hari itu, mereka berpisah, membawa jarak dan waktu sebagai ujian persahabatan.
Bertahun-tahun berlalu.
Di sebuah perusahaan besar, seorang karyawan baru diperkenalkan. Namanya Eva. Saat sang direktur membaca data pribadi karyawan tersebut, hatinya mendadak terasa sesak. Kenangan lama menyeruak tentang seorang sahabat kecil yang pernah ia tinggalkan. Nama direktur itu adalah Etta.
Di sisi lain, Eva pun merasakan hal yang sama. Ada rasa asing yang familiar, seolah masa lalu mengetuk kembali ingatannya.
“BRUK!”
“Eh, maaf, Bu Etta,” ucap Eva gugup.
“Iya, tidak apa-apa, Eva,” jawab Etta lembut.
Tanpa disadari, sebuah gelang terjatuh dari tangan Eva. Gelang itu membuat Etta terpaku. Bentuknya begitu mirip dengan gelang persahabatan yang dulu pernah ia simpan.
Eva panik mencari gelangnya. Saat itulah Etta memanggilnya.
“Eva, ini punya kamu?”
“Iya, Bu… kok bisa ada di Ibu?” Eva terkejut.
Etta menatapnya dengan mata berkaca-kaca.
“Eva… ini aku. Etta.”
Sekejap, dunia terasa berhenti. Eva terdiam, lalu air mata jatuh tanpa bisa ditahan. Mereka saling menatap, tak percaya bahwa takdir mempertemukan mereka kembali setelah sekian lama.
Gelang itu tak pernah putus begitu pula persahabatan mereka.
Link SPMB SD Santo Fransiskus III TP 2026/2027: https://bit.ly/SPMB_SDFR3
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
“Hanya Teman, Tapi Kehilangan”
Oleh:NAOMI OLIVEIRA ULIBASA TOBING (Naomi) (Siswi Kelas VI SD St. Fransiskus III Jakarta) Rara dan Dino selalu berkata bahwa mereka hanya teman. Dan memang begitulah a
"Pensil Ajaib Ronal"
Oleh :GEOTENO ELIEZER SALOUW (Geo) (siswa Kelas 6 SD St. Fransiskus III Jakarta) Ronal adalah siswa kelas 6 SD yang rajin belajar, tapi sering merasa kurang percaya diri, te
ORANG YANG TEPAT, WAKTU YANG BERKHIANAT
Oleh: NOVA MARIA KRISTINA (Nova) (Siswi kelas VI SD St. Fransiskus III Jakarta) Pagi itu cerah, secerah wajah murid-murid SD Fransiskus III yang kembali memenuhi halaman sekolah.
SUNYI DALAM PERTEMANAN
Oleh : IBRENA AMANDAYUNNA BRAHMANA (Ibrena) (Siswi kelas VI SD St. Fransiskus III Jakarta) Aku dan Adel adalah dua orang yang berbeda dalam hampir segala hal. Adel suka meng
Masihkah Kita Bersahabat?
By : BRIGITTA RAISSA SAMANTHA GINTING (Brigita) (Siswi kelas VI SD St. Fransiskus III) Gita dan Tifa adalah dua sahabat yang telah tumbuh bersama sejak taman kanak-kanak. Bert
Surat Tua Untuk Ibu Nirmala
Ilustrasi by Gemini AI Oleh: ELORA ABIGAIL BUTAR BUTAR (Elora) (Siswi kelas VI SD St. Fransiskus III Jakarta) Langit Jakarta sore itu berwarna kelabu, sep
SENYUM DIBALIK PAPAN TULIS
By : CATHERINE AZELIA NAPITU (Catherine) Murid Kelas VI SD Santo Fransiskus III Pagi yang cerah menyelimuti kota Jakarta. Sinar matahari memantul pada deretan gedung-gedu
Bunga Yang Tercabut Paksa
By:JADINE GRACIELA CONG (Jadine) Siswi Kelas VI SD Santo Fransiskus III Suatu hari, hiduplah seorang gadis bernama Dewi. Ia yatim piatu sejak kecil, Sediri di dunia yang terasa begitu
“Jejak Persahabatan Andi dan Kilan”
Oleh:KEVIN GLENNICHOLAS BENEDICT SIMANJUNTAK (Kevin) (Siswa kelas VI SD St. Fransiskus III Jakarta) Di suatu desa yang tenang, diantara hijaunya pepohonan dan riuh tawa anak-a
Sebuah perpisahan
By:GOSYEN ZIO TIMOTY LAJANTO TJANDRA (Gosyen) Malam situasinya tenang penuh keheningan. Di bawah sinar rembulan yang lembut, Cristian dan Ifana berjalan beriringan di jalan k
