MARI BERSAMA-SAMA MENJAGA KEASRIAN LINGKUNGAN SEKOLAH

Oleh : Jennifer Kania Marsha Hasibuan
(Jennifer)
Pada suatu pagi di sekolah Mawar kasih, Dodi melihat sampah tergeletak di tengah lapangan. Namun, bukannya membuangnya, Dodi justru melewati sampah tersebut begitu saja.
Bobi yang melihat hal itu segera menegur Dodi.
“Dodi, kenapa kamu tidak membuang sampah itu?" tanya Bobi.
"Lah?,itu kan bukan sampah milikku," jawab Dodi santai.
"Tapi, Bu guru pernah bilang, kalau kita melihat sampah, harus segera di buang." Kata Bobi mengingatkan.
"Ah!, ngapain aku membuang sampah yang bukan milikku? mengotori tanganku saja!" balas Dodi.
"Ya sudah, biar aku saja yang membuangnya," Ujar Bobi.
Bobi pun mengambil sampah itu dan membuangnya ke tempat sampah. Setelah itu dia pergi menemui Bu guru.
"Selamat pagi, Bu," sapa Bobi.
"selamat pagi, Bobi. ada apa?" tanya Bu Guru.
"Bu, tadi Dodi menemukan sampah, tetapi dia tidak mau membuangnya," kata Bobi.
"Kenapa dia tidak mau membuangnya? ibu kan sudah pernah bilang, kalau menemukan sampah sebaiknya langsung di buang," ujar Bu Guru.
"Tadi saya sudah bilang, Bu. tapi kata Dodi ia tidak mau membuang sampah yang bukan miliknya, karena membuat tangannya kotor," jelas Bobi.
"Baik, nanti ibu akan bicara dengan Dodi," kata Bu Guru.
"Baik Bu," jawab Bobi.
Kemudian Bu guru menghampiri Dodi.
"Dodi, kenapa tadi tidak membuang sampah yang kamu temukan?" tanya Bu Guru.
"Tapi itu bukan sampah milik saya Bu." Kata Dodi.
" Ibu sudah pernah bilang, kalau kita melihat sampah, sebaiknya langsung di buang.
Menjaga kebersihan itu tanggung jawab bersama," jelas Bu Guru.
"Iya, Bu. Saya minta maaf," kata Dodi.
"Iya, tidak apa-apa. Tapi jangan diulangi lagi ya," ujar Bu guru.
" Iya, Bu," jawab Dodi.
Setelah itu, Bobi kembali menemui Dodi.
“Bagaimana, Dod? Tanya Bobi.
“Maaf ya, Bob. Aku salah. Aku janji tidak akan mengulanginya lagi,” kata Dodi.
“Iya, tidak apa-apa. Yang penting sekarang kamu sudah mengerti,” jawab Bobi.
Mereka pun kembali akrab. Sejak saat itu, murid-murid SD Mawar Kasih semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan sekolah dan hidup dengan penuh damai.
**Lingkungan yang bersih adalah tanggung jawab kita bersama. Ayo, mulai sekarang kita biasakan peduli dan tidak menunggu orang lain untuk bertindak.**
Editor : Pak Willi
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
"GELANG YANG TAK PERNAH PUTUS"
Oleh:SYALOMITA EVANGELIS RONATIO PASARIBU (Syalom) (Siswi kelas VI SD St. Fransiskus III Jakarta) Etta dan Eva bersahabat sejak kecil, sejak kedua kakak laki-laki mereka dud
“Hanya Teman, Tapi Kehilangan”
Oleh:NAOMI OLIVEIRA ULIBASA TOBING (Naomi) (Siswi Kelas VI SD St. Fransiskus III Jakarta) Rara dan Dino selalu berkata bahwa mereka hanya teman. Dan memang begitulah a
"Pensil Ajaib Ronal"
Oleh :GEOTENO ELIEZER SALOUW (Geo) (siswa Kelas 6 SD St. Fransiskus III Jakarta) Ronal adalah siswa kelas 6 SD yang rajin belajar, tapi sering merasa kurang percaya diri, te
ORANG YANG TEPAT, WAKTU YANG BERKHIANAT
Oleh: NOVA MARIA KRISTINA (Nova) (Siswi kelas VI SD St. Fransiskus III Jakarta) Pagi itu cerah, secerah wajah murid-murid SD Fransiskus III yang kembali memenuhi halaman sekolah.
SUNYI DALAM PERTEMANAN
Oleh : IBRENA AMANDAYUNNA BRAHMANA (Ibrena) (Siswi kelas VI SD St. Fransiskus III Jakarta) Aku dan Adel adalah dua orang yang berbeda dalam hampir segala hal. Adel suka meng
Masihkah Kita Bersahabat?
By : BRIGITTA RAISSA SAMANTHA GINTING (Brigita) (Siswi kelas VI SD St. Fransiskus III) Gita dan Tifa adalah dua sahabat yang telah tumbuh bersama sejak taman kanak-kanak. Bert
Surat Tua Untuk Ibu Nirmala
Ilustrasi by Gemini AI Oleh: ELORA ABIGAIL BUTAR BUTAR (Elora) (Siswi kelas VI SD St. Fransiskus III Jakarta) Langit Jakarta sore itu berwarna kelabu, sep
SENYUM DIBALIK PAPAN TULIS
By : CATHERINE AZELIA NAPITU (Catherine) Murid Kelas VI SD Santo Fransiskus III Pagi yang cerah menyelimuti kota Jakarta. Sinar matahari memantul pada deretan gedung-gedu
Bunga Yang Tercabut Paksa
By:JADINE GRACIELA CONG (Jadine) Siswi Kelas VI SD Santo Fransiskus III Suatu hari, hiduplah seorang gadis bernama Dewi. Ia yatim piatu sejak kecil, Sediri di dunia yang terasa begitu
“Jejak Persahabatan Andi dan Kilan”
Oleh:KEVIN GLENNICHOLAS BENEDICT SIMANJUNTAK (Kevin) (Siswa kelas VI SD St. Fransiskus III Jakarta) Di suatu desa yang tenang, diantara hijaunya pepohonan dan riuh tawa anak-a
