Si Bobi yang Keasikan Main HP
By : ELIZABETH ALVIONA (Eli)
Siswi Kelas VI SD Santo Fransiskus III
Setiap hari, Bobi tidak bisa lepas dari HP-nya.
begitu bangun tidur, ia langsung mentap layer. Saat makan, HP-nya tetap di tangan. bahkan sebelum tidur pun, jari-jarinya masih sibuk menekan layar.
Ibu sering menegur, “Bobi, jangan main HP terus. Nanti matamu capek.”
Tapi Bobi hanya tertawa, “Tenang aja, Bu. Mataku kuat kok!”
Suatu hari, Bobi bermain game dari pagi sampai siang. Ia lupa makan, lupa mandi, bahkan lupa membantu Ibu di rumah.
Tiba-tiba… perutnya bunyi keras!
“Kruuk… kruuk…”
Bobi kaget. “Aduh! aku belum makan!” katanya sambil memegang perut.
Ia pun berdiri, tapi…. brak!
Bobi menabrak kursi karena matanya masih menatap layar HP!
“Aw! Sakitnya!” teriak Bobi sambil meringis.
Ibu datang dengan wajah khawatir sambil berkata, “Tuh kan, Ibu sudah bilang. Kalau main HP terus, nanti celaka.”
Namun Bobi belum juga kapok.
Sore harinya, ia Kembali bermain. Kali ini game-nya makin seru. Ia begitu tenggelam hingga lupa segalanya termasuk lupa mengecas HP-nya.
Tiba-tiba… layar HP-nya mati!
“Waaah! Padahal tinggal sedikit lagi menangnya!” jerit Bobi panik.
Ibu tersenyum kecil. “Itu tandanya HP juga butuh istirahat, nak. Seperti kamu.”
Bobi hanya diam. Ia meletakkan HP nya dan melangkah keluar rumah.
Di luar rumah ia melihat teman-temannya sedang main bola.
“Bobi, ayo ikut!” ajak mereka.
Awalnya Bobi ragu, tapi ia pun bergabung. Lama-lama ia tertawa senang. Keringat mengalir, tubuhnya Lelah, tapi hatinya bahagia. Ia merasa hidup Kembali.
Sore itu, Bobi menyadari sesuatu.
“Main HP itu memang seru,” katanya sambil tersenyum, “tapi main sama teman-teman jauh lebih menyenangkan.”
Sejak hari itu, Bobi masih boleh main HP, tapi hanya sebentar.
Kalau sudah bermain terlalu lama, ia ingat perutnya yang bunyi, kursi yang ditabrak, dan HP yang tiba-tiba mati.
Ibu tersenyum melihat perubahan anaknya.
“Nah, begitu dong. Sekarang Bobi bukan si ‘HP terus, tapi si Rajin juga!”
Editor:Wihelmus Kamis
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
ORANG YANG TEPAT, WAKTU YANG BERKHIANAT
Oleh: NOVA MARIA KRISTINA (Nova) (Siswi kelas VI SD St. Fransiskus III Jakarta) Pagi itu cerah, secerah wajah murid-murid SD Fransiskus III yang kembali memenuhi halaman sekolah.
SUNYI DALAM PERTEMANAN
Oleh : IBRENA AMANDAYUNNA BRAHMANA (Ibrena) (Siswi kelas VI SD St. Fransiskus III Jakarta) Aku dan Adel adalah dua orang yang berbeda dalam hampir segala hal. Adel suka meng
Masihkah Kita Bersahabat?
By : BRIGITTA RAISSA SAMANTHA GINTING (Brigita) (Siswi kelas VI SD St. Fransiskus III) Gita dan Tifa adalah dua sahabat yang telah tumbuh bersama sejak taman kanak-kanak. Bert
Surat Tua Untuk Ibu Nirmala
Ilustrasi by Gemini AI Oleh: ELORA ABIGAIL BUTAR BUTAR (Elora) (Siswi kelas VI SD St. Fransiskus III Jakarta) Langit Jakarta sore itu berwarna kelabu, sep
SENYUM DIBALIK PAPAN TULIS
By : CATHERINE AZELIA NAPITU (Catherine) Murid Kelas VI SD Santo Fransiskus III Pagi yang cerah menyelimuti kota Jakarta. Sinar matahari memantul pada deretan gedung-gedu
Bunga Yang Tercabut Paksa
By:JADINE GRACIELA CONG (Jadine) Siswi Kelas VI SD Santo Fransiskus III Suatu hari, hiduplah seorang gadis bernama Dewi. Ia yatim piatu sejak kecil, Sediri di dunia yang terasa begitu
“Jejak Persahabatan Andi dan Kilan”
Oleh:KEVIN GLENNICHOLAS BENEDICT SIMANJUNTAK (Kevin) (Siswa kelas VI SD St. Fransiskus III Jakarta) Di suatu desa yang tenang, diantara hijaunya pepohonan dan riuh tawa anak-a
Sebuah perpisahan
By:GOSYEN ZIO TIMOTY LAJANTO TJANDRA (Gosyen) Malam situasinya tenang penuh keheningan. Di bawah sinar rembulan yang lembut, Cristian dan Ifana berjalan beriringan di jalan k
Boneka Beruang, Sahabat Terbaikku
By:SYALOMITA EVANGELIS RONATIO PASARIBU (Shalom) (siswi kelas VI SD St.Fransiskus III Jakarta) Sore itu, mentari perlahan tenggelam di balik jendela rumah kecil milik keluarga
Kancing Ajaib Dan Pelajaran Kejujuran
By: ELORA ABIGAIL BUTAR BUTAR (Elora) Siswi Kelas VI SD Santo Fransiskus III Lia, siswi kelas enam yang cerdas dan rajin, memiliki sebuah kancing biru laut yang selalu ia simpan denga
