Stop Bullying, Ciptakan Rasa Aman dan Nyaman
Jakarta, 26 Februari 2024
Rasa aman dan nyaman tentu menjadi salah satu hal yang sangat diinginkan dan diharapkan oleh setiap orang. Kapan pun dan dimana pun tempatnya. Begitu halnya dengan sekolah yang merupakan sebuah tempat atau lembaga untuk mendidik dan mengajar peserta didik sesuai dengan tingkatannya. Rasa aman dan nyaman dalam proses pembelajaran, rasa aman dan nyaman dalam interaksi sosial dengan sesama peserta didik dan guru tentulah menjadi hal yang sangat penting. Dalam mewujudkan hal ini, tentu harus ada kolaborasi dari para guru, orang tua, peserta didik dan semua unsur dalam sebuah sekolah. Selain kolaborasi, peran guru juga sangat penting untuk selalu memberikan pemahaman dan informasi kepada peserta didik baik dalam proses pembelajaran maupun juga saat memberikan amanat pada upacara bendera setiap hari senin.

Pada upacara bendera, Senin, 26 Februari 2024, Bpk. George Agustein More atau yang sering disapa dengan Pak George menekankan kepada peserta didik tentang pentingnya Cinta Damai. Menurutnya, Cinta Damai merupakan sikap, perkataan, tindakan, yang membuat orang lain merasa senang, aman dan nyaman atas kehadiran dirinya. Cinta berarti rasa sayang dan mengasihi kepada semua orang, kesesama mahluk hidup, kepada orang tua dan juga kepada teman. Damai berarti adanya rasa aman, tenteram, dan rukun. "Kita semua yang bersekolah di SD Fransiskus III ini berbeda dan beragam, baik dari suku, ras, warna kulit atau pun budayanya. Maka yang kita lakukan untuk mewujudkan rasa aman dan nyaman adalah menjaga perkataan/kalimat dan tindakan fisik yang dapat menyakiti orang lain. Tidak menghina orang lain apalagi membully teman-temannya. Kita semua sama dan berharga dimata Tuhan'.

Lebih lanjut, Pak George menyampaikan bahwa dalam kehidupan kita sehari-hari baik di lingkungan rumah maupun sekolah kita tidak bisa lepas dari peranan orang lain. kita saling membutuhkan satu sama lain. Maka mulai dari sekarang, mari kita menciptakan suasana yang aman, nyaman, tenteram di sekitar kita. Dan selalu penuh kasih sayang kepada sesama.

Salam Fransiskus "Berjiwa Besar"!!!
By : AS
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
KETIKA PENDIDIKAN TIDAK HANYA MENGAJAR, TETAPI JUGA MENUMBUHKAN
Memahami Wajah Pendidikan Di SD Santo Fransiskus III Kayu Putih Oleh: Wihelmus Asal Brahi Kamis Di tengah perubahan dunia yang bergerak semakin cepat, pendidikan sering kali
MARI BERSAMA-SAMA MENJAGA KEASRIAN LINGKUNGAN SEKOLAH
Oleh : Jennifer Kania Marsha Hasibuan (Jennifer) Pada suatu pagi di sekolah Mawar kasih, Dodi melihat sampah tergeletak di tengah lapangan. Namun, bukannya membuangnya, Dodi
"GELANG YANG TAK PERNAH PUTUS"
Oleh:SYALOMITA EVANGELIS RONATIO PASARIBU (Syalom) (Siswi kelas VI SD St. Fransiskus III Jakarta) Etta dan Eva bersahabat sejak kecil, sejak kedua kakak laki-laki mereka dud
“Hanya Teman, Tapi Kehilangan”
Oleh:NAOMI OLIVEIRA ULIBASA TOBING (Naomi) (Siswi Kelas VI SD St. Fransiskus III Jakarta) Rara dan Dino selalu berkata bahwa mereka hanya teman. Dan memang begitulah a
"Pensil Ajaib Ronal"
Oleh :GEOTENO ELIEZER SALOUW (Geo) (siswa Kelas 6 SD St. Fransiskus III Jakarta) Ronal adalah siswa kelas 6 SD yang rajin belajar, tapi sering merasa kurang percaya diri, te
ORANG YANG TEPAT, WAKTU YANG BERKHIANAT
Oleh: NOVA MARIA KRISTINA (Nova) (Siswi kelas VI SD St. Fransiskus III Jakarta) Pagi itu cerah, secerah wajah murid-murid SD Fransiskus III yang kembali memenuhi halaman sekolah.
"Berapa Sisa Waktu Kita"
By : LOUISA REGINA RAE SIAGIAN (Regina) Di saat mentari pagi bersinar lembut, Mengusap sisa embun di dedaunan ulin, Terdengar Tawa yang mengalun pelan Hangat, sederha
SUNYI DALAM PERTEMANAN
Oleh : IBRENA AMANDAYUNNA BRAHMANA (Ibrena) (Siswi kelas VI SD St. Fransiskus III Jakarta) Aku dan Adel adalah dua orang yang berbeda dalam hampir segala hal. Adel suka meng
GURU NAMA MU TAK AKAN PERNAH PUDAR
Oleh : KINARA CODELIVA DEWI (Kinara) Murid SD Fransiskus III Kelas VI Selasa 25 November, seluruh sekolah memperingati hari Guru. Pagi itu para siswa mengenakan seragam deng
Penggunaan Gadget pada anak dalam perspektif Hak Asasi Manusia
Penulis : Paulus Dodi (Alumni SD/SMP Fransiskus Kayu Putih ;Tenaga Ahli Komunikasi Kementerian HAM) Hak asasi manusia merupakan hak kodrati yang melekat pada setiap individu sejak kel
