GURU NAMA MU TAK AKAN PERNAH PUDAR

Oleh : KINARA CODELIVA DEWI (Kinara)
Murid SD Fransiskus III Kelas VI
Selasa 25 November, seluruh sekolah memperingati hari Guru. Pagi itu para siswa mengenakan seragam dengan rapi, Bendera Merah Putih berkibar gagah di lapangan sekolah, mengiringi upacara peringatan Hari Guru yang berlangsung khidmat. Seharusnya hari itu dipenuhi tawa, bunga, dan ucapan terima kasih untuk para pahlawan tanpa tanda jasa.
Namun, suasana berbeda terasa di ruangan kelas 6B. Di kelas itu ada seorang guru bernama Bu Ratna, sosok pendidik yang telah mengabdikan diri selama 25 tahun di sekolah tersebut. Setiap hari ia mengajar dengan penuh kesabaran, meskipun murid-muridnya kerap tidak patuh dan kurang mendengarkan materi yang di sampaikannya.
Ketika amanat pembina upacara, Bu Ratna berdiri di hadapan para siswa. Dengan suara bergetar, ia menyampaikan bahwa hari guru tahun itu menjadi hari terakhirnya mengajar karena ia akan segera pensiun dari sekolah tersebut. Mendengar hal itu, murid-murid kelas 6B merasa terdiam dan merasa sedih karena Bu Ratna harus pensiun saat itu juga, hati mereka penuh penyesalan.
Setelah selesai upacara, murid-murid kelas 6B berlari menghampiri Bu Ratna. Mereka memeluknya erat, memberi hadiah, dan meminta maaf atas kesalahan yang pernah mereka lakukan. Tangis pun pecah. Dengan senyum penuh kehangatan, Bu Ratna juga menitipkan pesan kepada mereka "Kejarlah mimpi kalian dengan belajar dan berdoa”.
Beberapa bulan kemudian, Bu Ratna benar-benar tidak mengajar lagi di sekolah itu. Murid-murid kelas 6B merasa kehilangan semangat belajar. Guru baru mereka dikenal tegas, sering memarahi dan menghukum, jauh berbeda dengan Bu Ratna yang selalu sabar dan penuh pengertian.
Suatu hari ketika jam istirahat, seorang murid bernama Karina berdiri di depan kelas. Dengan suara penuh keyakinan, ia berbicara kepada teman-temannya.
"Teman-teman, kalian ingat kata Bu Ratna, kan?
Kejarlah mimpi kalian dengan belajar dan berdoa, aku yakin, sekarang pun Pasti Bu Ratna juga sedang memikirkan kita”.
Kata-kata Karina seketika membangkitkan semangat murid-murid kelas 6B. Mereka kembali bertekad untuk belajar dengan sungguh-sungguh, mengenang pesan Bu Ratna yang akan selalu hidup di hati mereka.
Link SPMB SD Santoo Fransiskus III TP 2026/2027 : https://bit.ly/SPMB_SDFR3
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Penggunaan Gadget pada anak dalam perspektif Hak Asasi Manusia
Penulis : Paulus Dodi (Alumni SD/SMP Fransiskus Kayu Putih ;Tenaga Ahli Komunikasi Kementerian HAM) Hak asasi manusia merupakan hak kodrati yang melekat pada setiap individu sejak kel
SD St. Fransiskus III: Tempat Bertumbunya Generasi Berkarakter, Berprestasi, dan Berjiwa Besar
Oleh : ZEFANYA ANABELLE STEPHANIE SIHOMBING (Fanya) Murid Kelas VI SD Fransiskus III Namaku Fanya siswi kelas enam SD St. Fransiskus III Jakarta. Selama enam tahun bersekolah,
SEKOLAH KEREN ITU SEKOLAH TANPA BULLYING
Oleh:Lovely Angel Kanter Lingkungan sekolah yang bebas bullying adalah kunci untuk menciptakan tempat belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi semua siswa. Bullying bukan hanya
Naskah Lomba Pidato, 17 Agustus 2025
Jakarta, 28 Agustus 2025 Hallo sobat dan pembaca semuanya. Nah dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan Repulik Indonesia yang ke 80 tahun, SD Fransiskus III mengadakan Lomba Pidato.
PENDIDIKAN DI ERA DIGITAL: “MANFAAT DAN RISIKO GADGET BAGI ANAK USIA SEKOLAH”
PENDIDIKAN DI ERA DIGITAL: “MANFAAT DAN RISIKO GADGET BAGI ANAK USIA SEKOLAH” Oleh: Wihelmus Asal Brahi Kamis (Pustakawan SD Fransiskus III) Di tengah pesatnya perkemba
