SAYAP PERTAHANAN BANGSA
By: NOVA MARIA KRISTINA (Nova)
Siswi Kelas VI SD Santo Fransiskus III
Pangkalan udara adalah tempat yang paling suci bagi mereka yang bersumpah untuk melindungi bangsa dan negara. Bagi Letnan Udara Alandra Evan Pradapta Vidkaraca, tempat itu bukan hanya sekadar markas melainkan rumah kedua.
Evan dikenal sebagai sosok yang pemberani yang tak gentar menghadapi segala ujian serta rintangan yang berat. Ketekunan dan keberaniannya mengantarkannya menjadi salah satu pilot terbaik di Akademi Angkatan Udara, bahkan meraih gelar "Lulusan Terbaik".
Sebagai seorang letnan dua, Evan dikenal sosok yang bijak dan tenang dalam setiap misi. Kemampuannya menganalisis situasi di udara membuatnya menjadi aset berharga bagi timnya. Namun dibalik prestasi itu, ia tak pernah lupa tujuan utamanya bergabung dengan Angkatan Udara yaitu melindungi tanah air dari segala ancaman.
Suatu hari, komandan Jericho menerima laporan tentang kebakaran hutan yang sering terjadi di wilayah barat. Untuk memastikan situasi aman, ia menugaskan Evan melakukan patroli udara di kawasan tersebut. Tanpa menunda waktu, Evan segera menyiapkan pesawat tempurnya dan melesat menembus langit biru.
Beberapa menit kemudian, radar pesawatnya menangkap sinyal asing, sebuah pesawat tempur tak dikenal melintas di wilayah udara Indonesia.
Dengan sigap, Evan segera melaporkan ke markas pusat.
"Lapor komandan, Pesawat tempur – 02 mendeteksi pesawat tidak dikenal di sektor barat. Mohon instruksi," ucap Evan dengan tegas.
"Pesawat tempur 02, Ini Mayor Arkan. Terdeteksi Pesawat musuh dari Asia Timur, tugasmu kawal pesawat itu keluar dari wilayah udara Indonesia. Hati-hati pastikan semuanya aman," balas suara tegas dari pusat komando.
"Roger that, saya akan melaksanakan perintah," jawab Evan.
Dengan kecepatan penuh, Evan mengatur posisi dan mengawal pesawat asing itu menjauh dari Indonesia. Ia tetap tenang, waspada dan profesional. setelah melalui beberapa manuver tegang, pesawat musuh akhirnya keluar dari wilayah udara nasional tanpa insiden apa pun. Misi berhasil.
Evan pun berhasil melakukan misi tersebut, pada saat ia kembali banyak yang menunggunya dengan tepuk tangan yang meriah serta ucapan
"Kau hebat sekali!"
"Kau memang yang terbaik di antara kami"
"Cara kerjamu benar-benar luar biasa!"
Evan pun tersenyum serta mengucapkan terimakasih atas semua pujian dan kegembiraannya. Ia tidak sombong atas pujian tersebut tapi ia berkata "Aku hanya melakukan apa yang seharusnya di lakukan pilot Angkatan Udara."
"Sayap pertahanan bangsa" bukan sekadar semboyan, melainkan panggilan hati. Ia tidak terbang untuk mencari pujian, namun untuk menjaga langit dan tanah air tercinta. Karena baginya, menjadi pelindung bangsa adalah kehormatan tertinggi yang bisa dimiliki seorang prajurit.
Editor: Wihelmus Kamis
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
SENYUM DIBALIK PAPAN TULIS
By : CATHERINE AZELIA NAPITU (Catherine) Murid Kelas VI SD Santo Fransiskus III Pagi yang cerah menyelimuti kota Jakarta. Sinar matahari memantul pada deretan gedung-gedu
Bunga Yang Tercabut Paksa
By:JADINE GRACIELA CONG (Jadine) Siswi Kelas VI SD Santo Fransiskus III Suatu hari, hiduplah seorang gadis bernama Dewi. Ia yatim piatu sejak kecil, Sediri di dunia yang terasa begitu
“Jejak Persahabatan Andi dan Kilan”
Oleh:KEVIN GLENNICHOLAS BENEDICT SIMANJUNTAK (Kevin) (Siswa kelas VI SD St. Fransiskus III Jakarta) Di suatu desa yang tenang, diantara hijaunya pepohonan dan riuh tawa anak-a
Sebuah perpisahan
By:GOSYEN ZIO TIMOTY LAJANTO TJANDRA (Gosyen) Malam situasinya tenang penuh keheningan. Di bawah sinar rembulan yang lembut, Cristian dan Ifana berjalan beriringan di jalan k
Boneka Beruang, Sahabat Terbaikku
By:SYALOMITA EVANGELIS RONATIO PASARIBU (Shalom) (siswi kelas VI SD St.Fransiskus III Jakarta) Sore itu, mentari perlahan tenggelam di balik jendela rumah kecil milik keluarga
Kancing Ajaib Dan Pelajaran Kejujuran
By: ELORA ABIGAIL BUTAR BUTAR (Elora) Siswi Kelas VI SD Santo Fransiskus III Lia, siswi kelas enam yang cerdas dan rajin, memiliki sebuah kancing biru laut yang selalu ia simpan denga
Mengukir Masa Depan di Papan Tulis
By : MICHELLE GABRIELLA LIAUW ANN (Michelle) Siswi Kelas VI SD Santo Fransiskus III Di sebuah sekolah sederhana, di antara riuh tawa dan langkah terburu para siswa, ada seorang gadis
Langkah Kecil Menuju Mimpi Besar
By: GABRIELLE EIFFEL FRADYTHNASEARA SETIABUDI (Eiffel) Siswi Kelas VI SD Santo Fransiskus III Namanya Amira. Ia duduk di kelas 5 SD Mentari Pagi. Amira dikenal sebagai anak ya
BERUBAH SEBELUM TERLAMBAT
By: BRIGITTA RAISSA SAMANTHA GINTING (Brigita) (Brigita adalah siswi kelas VI SD St. Fransiskus III Jakarta) Setiap anak tentu ingin diakui dan disukai oleh teman-temannya. Namun tida
Si Bobi yang Keasikan Main HP
By : ELIZABETH ALVIONA (Eli) Siswi Kelas VI SD Santo Fransiskus III Setiap hari, Bobi tidak bisa lepas dari HP-nya. begitu bangun tidur, ia langsung mentap layer. Saat makan, HP-
